Wanita Paruh Baya Ini Diserang Buaya Muara Saat di Atas Sepeda Motor, Begini Kondisinya

Ilustrasi buaya. (Pixabay)

KITASIAR.com – Seorang wanita paruh baya diserang seekor buaya muara atau crocodylus porosus di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) saat berada di atas sepeda motor, Selasa (26/7/2022) sekitar pukul 20.00 WIB.

Korban bernama Wati (50) yang merupakan warga Padang Cabai, Jorong Muaro Putih, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara.

“Korban sempat mendapat perawatan di Puskesmas Muaro Putih setelah diserang buaya muara itu,” kata Sekretaris Nagari Tiku Lima Jorong, Anaswar seperti dikutip Antara.

Anaswar menjelaskan korban yang digigit satwa itu mengalami luka robek pada bagian kaki kanan.

Bacaan Lainnya

Untuk saat ini, kata dia, korban sudah berada di rumahnya setelah mendapat pertolongan dari tim medis Puskesmas Muaro Putih.

Selanjutnya, Anaswar menceritakan korban diserang buaya muara saat berada di atas sepeda motor yang berboncengan dengan suaminya Das (54) dari rumah di Padang Cabai menuju Pasar Muaro Putih. Tiba-tiba korban langsung diserang reptil itu dan mengalami luka robek. Korban langsung dibawa ke Puskemas oleh suaminya.

“Jalan itu merupakan akses yang sering dilalui korban menuju Muaro Putih dan daerah lain,” terangnya.

Anaswar mengakui buaya muara itu pernah ditemukan warga sedang berjemur di lokasi itu jalan menuju Padang Cabai, Jorong Muaro Putih, Nagari Tiku Lima Jorong.

Atas peristiwa tersebut, Anaswar telah melaporkannya ke Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Maninjau untuk menyikapi konflik manusia dengan satwa ini.

Anaswar melanjutkan bahwa sebelumnya buaya juga pernah menyerang Sifa (13) warga Labuhan, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara di Jembatan Air Baru saat berada di atas sepeda motor yang berboncengan dengan ayahnya, Rabu (30/3/2022).

“Ini kejadian warga diserang buaya saat di atas motor yang kedua kalinya selama 2022,” sebutnya.

Sementara, Kepala Resor KSDA Maninjau, Ade Putra menambahkan pihaknya telah meneruskan informasi tersebut ke Tim Wildlife Resque Unit (WRU) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar.

“Laporan itu langsung kami teruskan ke Tim WRU BKSDA Sumbar setelah mendapat laporan tersebut,” tuturnya. (antara)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *