KLA Prediket Madya, Sekda Mawardi Roska : Jadikan Bumi Pesisir Selatan Sebagai Surga Dunia Anak

Pemkab Pesisir Selatan menerima penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak Prediket Madya.

KITASIAR.com– Kabar baik datang dari Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat. Negeri berjuluk sejuta pesona tersebut menerima penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dengan Prediket Madya.

Sebelumnya, penghargaan diserahkan oleh Deputi PHA Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia kepada Ketua P2TP2A Kabupaten Pesisir Selatan yakni Ny. Titi Rusma Yul Anwar, pada Jum’at (5/8/2022).

Selanjutnya, pada Senin (8/8/2022) penghargaan kembali diserahkan oleh Bupati Rusma Yul Anwar kepada Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Wendra Rovikto.

“Alhamdulillah penghargaan Kabupaten Pesisir Selatan sebagai Kabupaten Layak Anak Prediket Madya sudah kita terima Kementrian PPA dan Bupati. Ini adalah motivasi bagi kami untuk berbuat lebih baik,” jelas Wendra Rovikto, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pesisir Selatan.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan capaian KLA Prediket Madya itu ditetapkan berdasarkan penilaian dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terhadap komitmen daerah dalam pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan khusus anak.

Dalam penilaianya, kata Wendra terdapat lima kluster. Yaitu, kluster I adalah Hak Sipil dan Kebebasan. Kluster II merupakan Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif.

Pada Kluster III menitikberatkan kepada Kesehatan Dasar dan Kesehatan. Sedangkan Kluster IV terkait Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya. Dan Kluster V mengenai Perlindungan Khusus.

“Pada klaster V, juga perlindungan khusus anak dari kasus-kasus kekerasan dan penyelesaiannya menurut sistem peradilan anak, pendampingan kasus terhadap Anak Berhadapan Hukum maupun proses diversinya yang bekerjasama dengan Unit PPA Polres, BAPAS dan Kejaksaan,” terangnya.

Wendra melanjutkan berhasilnya Pesisir Selatan menerima penghargaan KLA merupakan sebuah capaian yang lebih baik jika dibanding dengan masa sebelumnya.

Disebutkan, Pesisir Selatan sejak 2017 hanya sebagai inisiator. Namun tahun ini berhasil melompat dua tingkat dengan pencapaian KLA Prediket Madya. Untuk tingkatan KLA itu terdiri dari Pratama, Madya, Nindya dan Utama.

Justru itu, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pesisir Selatan berkomitmen untuk tetap mempertahankan bahkan meningkatkan KLA dari sejumlah tingkatan yang ada.

Komitmen tersebut bisa berupa regulasi, kegiatan-kegiatan beserta dukungan anggaran yang berhubungan dengan kegiatan pemenuhan hak anak yang tersebar pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekolah, puskesmas, ruang bermain ramah anak, hingga di nagari.

Selain itu, yang tak kalah pentingya adalah peran dari media dan dunia usaha untuk mengkampanyekan anti kekerasan terhadap anak.

Seterusnya, sejumlah harapan untuk capaian lebih baik dituturkan Wendra.
Ke depan, pinta dia agar pelibatan anak sebagai Pelopor dan Pelapor juga sebagai penggerak harus digencarkan melalui Forum Anak Kecamatan dan Forum Anak Nagari.

“Kita bakal meningkatkan peran seluruh pihak untuk menggali potensi anak dan mengembangkan bakatnya melalui kegiatan kreatifitas di nagari maupun di tingkat kabupaten,” katanya.

Tak itu saja, pelibatan lainnya juga dalam proses perencanaan pembangunan, meningkatknya peran masyarakat untuk mengatasi kekerasan terhadap anak.

Jadikan Bumi Pesisir Selatan Sebagai Surga Dunia Anak

Sekeretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesisir Selatan, Mawardi Roska mengatakan bahwa KLA Prediket Madya yang diterima itu harus benar-benar konkrit di lapangan.

Semestinya, di lingkungan kerja, sekolah dan masyarakat bisa mewujudkannya sebagai tempat ramah, kasih sayang dan layak anak. Baik dari segi pelayanan maupun ketersediaan infrastruktur yang peduli akan anak.

Lanjut Sekda, yang paling penting bagaimana upaya menjadikan bumi Kabupaten Pesisir Selatan sebagai surga dunia bagi anak anak. Bukan sebaliknya, sebagai tempat penelantaran, pelecehan dan lain sebagainya yang dapat merusak psikis dan tumbuh kembang anak. Mulai dari lingkungan rumah tangga, tetangga, kaum, kampung dan Nagari.

Di lingkungan sekolah, kata Mawardi harus tertanam kasih sayang dan kehangatan terhadap anak yang sesuai usianya (0 – 18 th) adalah masa-masa tumbuh kembang anak, yang sangat butuh kasih sayang, kehangatan, bimbingan dan pendampingan.

Keberhasilan Pesisir Selatan sebagai KLA Prediket Madya tahun ini juga direspon positif Sekda Mawardi Roska.

“Ke depan perlu semangat lagi untuk prediket yg lebih tinggi lagi. Prediket Madya ini harus benar-benar konkrit di lapangan,” jelasnya.

Sekda menambahkan secara fitra manusia, usia anak adalah usia yg butuh menyelami jiwanya secara hangat dan kasih sayang. Kemudian, pendekatan dalam proses tumbuh kembang anak juga harus bersentuhan dengan nilai-nilai agama, sopan santun, adat istiadat, kejujuran, disiplin dan dengan penuh kasih sayang bukan dengan cara yang kasar yang tidak manusiawi.

Dikatakannya, Layak Anak dimulai dari kepedulian terhadap anak, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan monev serta tersedia regulasinya, termasuk peanggaran di daerah dan nagari.

Mawardi Roska mengucapkan terima kasih kepada Forum Kabupaten Layak Anak
yang anggotanya meliputi seluruh OPD, Polri, Kajari, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Kemenag dan seluruh instansi vertikal, Forum Anak Daerah, P2TP2A, Bundo Kanduang dan Ormas, Puskesmas dan sekolah mulai dari tingkat TK/Paud, hingga SLTA dan Nagari.

Ucapan terimakasih disampaikan atas komitmen dan ikhtiar bersama menjadikan Kabupaten Pesisir Selatan Layak Anak dengan Prediket Madya. (niko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *