Bunga Rafflesia gadutensis Mekar di Kawasan TNKS

Rafflesia gadutensis
Bunga Rafflesia gadutensis tumbuh mekar di Kawasan TNKS, Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. (Ist)

KITASIAR.com – Wah, ada Bunga Rafflesia yang sedang tumbuh mekar di Kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) tepatnya di Desa Wisata Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat.

Bunga Rafflesia gadutensis itu sebelumnya ditemukan mekar sejak 10 Agustus 2022 lalu.

Bunga tersebut sangat berbeda dengan ragam Bunga Rafflesia yang lain, memiliki bentuk corak khas dan ukuran yang kecil.

Bunga berdiameter sekitar 40-60 cm, dengan lima kelopak berbintik putih. Bunga Rafflesia ini tumbuh pada inangnya, liana menjalar tetrastigma lanceolarium, yang termasuk keluarga vitaceae.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang TNKS Wilayah 2 Sumbar, Ahmad Darwis melalui staf Rika Putra Abbas mengatakan penemuan Bunga Raflesia gadutensis sebenarnya tidak asing lagi di kawasan TNKS itu.

“Bunga Rafflesia ini sudah sering mekar sejak tahun 2018. Bunga ini ditemukan knop nya saat kegiatan pembuatan demplot permanen pada awal Agustus 2022,” jelas Rika melalui pesan singkat WhatsApp, Jum’at (12/8/2022) di Painan.

Pembuatan demplot bertujuan untuk menjadikan kawasan itu sebagai tempat penelitian Rafflesia serta upaya dalam mengamankan lokasi.

Disebutkan juga jarak ke lokasi sekitar 500 meter dari tepi jalan raya. Selain itu, untuk mengunjungi memerlukan pendampingan dari petugas TNKS serta mengikuti prosedur yang ada.

Rika tidak ingin Bunga Rafflesia gadutensis yang termasuk dilindungi itu dirusak oleh tangan orang jahil.

“Iya, perlu pendampingan, minimal guide atau pemandu. Sebab, berdasarkan pengalaman banyak tamu yang datang tanpa petugas akhirnya merusak bunga tersebut,” ujarnya.

Rika menyampaikan Bunga Rafflesia tersebut diperkirakan akan mekar hingga lima hari ke depan. Ia pun menyebut Ikon Kota Bengkulu itu ternyata juga tumbuh di daerah Pesisir Selatan.

“Ini menjadi daya tarik dan pesona tersendiri di Desa Wisata Sungai Gambir Sako Tapan,” kata Rika.

Lebih lanjut disampaikan, sejak tahun 2018 sampai sekarang Bunga Raflesia tersebut sudah ditemukan mekar sebanyak 8 kali.

Sebelum mekar pun bahkan tamu dari Bengkulu dan sejumlah mahasiswa dari kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Andalas (Unand) telah mengunjungi lokasi.

Keperluan mereka ke lokasi dalam rangka untuk penelitian. Bunga itu termasuk salah satu Rafflesia yang dilindungi. Barang siapa yang merusak maka dapat dikenakan sanksi.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 pasal 21 huruf a menjelaskan bahwa setiap orang yang merusak, memusnahkan, menebang, memiliki, memperniagakan flora yang dilindungi bisa diancam dipidana (sesuai pasal 40) dengan penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp100 juta.

Dengan keberadaan mekarnya Bunga Rafflesia gadutensis di kawasan TNKS, Rika berharap kepada masyarakat untuk saling menjaga dan mengamankan lokasi agar tidak dirusak oleh tamu yang datang.

“Nah, potensi yang ada dalam kawasan TNKS akan bisa memberikan manfaat ekonomi jika dikemas dengan baik. Dan kepada Pemda perlunya kerjasama dalam upaya mengembangkan wisata dengan prinsip-prinsip ekowisata di Sungai Gambir Sako Tapan,” tutur Rika.

Di sana, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sako Rancak (Sakora) pun menyediakan paket wisata dengan nuansa alam yang menarik. Mereka menamai Trip Explore Destination Raflesia dan Wisata Tubing.

Paket satu hari per orang Rp120 ribu sudah termasuk akomodasi atau penginapan, pemandu, simaksi, spot foto. Sementara, untuk paket dua hari 1 malam cuma Rp370 ribu per orang. (niko/ksr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *