KITASIAR.com – Ikan sapu-sapu kembali menjadi sorotan di media sosial karena disebut-sebut menjadi bahan baku siomay ikan murah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan mengonsumsi ikan dari perairan tercemar karena dapat membahayakan kesehatan.
“Kalau ikannya hidup di sungai yang tercemar, maka yang berbahaya bukan hanya ikannya, tapi semua cemaran yang dia makan. Logam berat itu tidak bisa dibersihkan hanya dengan dimasak,” ucap Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi, Selasa (27/1/2026).
Ciri-ciri Siomay Ikan Sapu-sapu vs Ikan Biasa
Aroma: Siomay yang menggunakan ikan tenggiri atau ikan laut lain umumnya memiliki aroma gurih tapi tidak amis. Sebaliknya, siomay dengan ikan sapu-sapu cenderung beraroma tajam dan amis.
Warna: Siomay ikan tenggiri biasanya berwarna putih, sedangkan siomay berbahan ikan sapu-sapu memiliki warna lebih gelap, kusam, dan keabu-abuan.
Rasa dan Tekstur: Tekstur siomay ikan sapu-sapu biasanya alot, susah dikunyah, dan tidak mudah hancur berbeda dengan ikan tenggiri. Rasa gurihnya juga berbeda; ada rasa pahit atau meninggalkan rasa tidak nyaman di lidah.
Harga: Siomay ikan tenggiri dijual mulai Rp5 ribu hingga Rp15 ribu per buah, sementara siomay ikan sapu-sapu biasanya Rp10 ribu per porsi. Perbedaan harga ini dapat menjadi indikator penting saat membeli siomay.
Dengan mengetahui ciri-ciri siomay ikan yang digunakan, masyarakat bisa lebih cerdas memilih makanan dan terhindar dari risiko kesehatan akibat konsumsi ikan dari perairan tercemar.
(*/ksr)







