PKL Carocok Painan Segera Direlokasi, Ini Rencana Pemkab Pessel

Dinas Perdagangan dan Transmigrasi bersama Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga dan Satpol PP dan Damkar melakukan tinjauan lapangan ke kawasan wisata Carocok Painan. Foto/Bambang Putra Niko

KITASIAR.com – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) serta Dinas Perdagangan dan Transmigrasi Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dan Sat Pol PP dan Damkar melakukan peninjauan lapangan ke kawasan wisata Carocok Painan, Rabu (22/12/2021).

Tujuan kunjungan itu, dalam rangka untuk menata kawasan Carocok lebih baik dan menghilangkan semrawut kawasan yang dipenuhi Pedagang Kaki Lima (PKL) pada titik-titik yang tidak indah dipandang mata.

Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi, Mimi Riarty Zainul mengatakan pihaknya telah mendata jumlah PKL yang berada pada kawasan yang perlu ditertibkan tersebut.

“Kita ingin merelokasi pada satu tempat, tetapi kita juga memikirkan bagaimana aktifitas pedagang berjalan baik. Kami ingin, pengunjung yang datang juga melewati semua lapak pedagang sehingga terjadi aktifitas transaksi jual beli,” jelas Mimi.

Bacaan Lainnya

Disebutkan, terdapat 90 PKL yang bakal ditertibkan pada kawasan wisata. Diantaranya di depan panggung utama Carocok, deretan depan Masjid Terapung serta titik-titik lain yang dianggap mengurangi nilai keindahan sebuah kawasan wisata.

Penertiban itu segera dilaksanakan dalam rangka persiapan tahun baru sekaligus penataan jangka panjang yang bakal diterapkan secara permanen.

“Kalau saat ini memang kita melihat kawasan Carocok semraut sekali, terdapat titik-titik yang sungguh tidak indah dipandang mata. Untuk solusinya, nanti kita bersama dinas terkait lain akan membahas dan mencari space untuk penempatan PKL itu sendiri,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Suhendri menjelaskan selain upaya penataan PKL, pihaknya juga ingin mengoptimalkan pengelolaan parkir yang dikelola pemerintah.

Kemudian, pos retribusi yang berada di bagian belakang bakal dipindahkan ke arah depan Masjid Terapung.

“Penempatan pos retribusi yang kita relokasi nanti bukan berarti pengunjung yang datang membayar masuk kawasan Masjid. Tapi, retribusi untuk masuk kawasan wisata, karena Masjid Terapung juga bagian dari kawasan wisata Carocok,” jelasnya.

Terkait upaya penataan atau relokasi PKL, Suhendri menyebut bakal berkoordinasi dan melaporkan kepada Bupati Rusma Yul Anwar.

“Jika, pimpinan nanti setuju dengan apa yang kita tinjau hari ini. Selanjutnya, tentu kita akan mensosialisasikan kepada masyarakat pedagang,” ucapnya.

Terkait wacana relokasi PKL itu, salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya meminta agar pemerintah daerah dapat memberikan solusi terbaik.

Di satu sisi, pedagang ingin mengais rezeki dengan berdagang di lokasi wisata yang strategis. Tetapi, di sejumlah titik keberadaan PKL juga mengurangi nilai keindahan kawasan.

“Saya setuju saja, tapi coba dipikirkan juga mana lokasi yang bisa kami manfaatkan berdagang tanpa mengurangi transaksi jual beli,” pintanya.

Sementara, informasi yang dirangkum Kitasiar.com puluhan PKL tersebut bakal dipindahkan ke area parkir mobil kawasan Carocok Painan.

Di lokasi itu, pedagang akan disusun secara rapi sehingga jalan tengah utama menuju ikon Carocok sudah bebas dari aktivitas pedagang.

Dalam kunjungan lapangan ke kawasan Carocok itu, Wali Nagari Painan Selatan Painan, Rovel Yudhiatma juga turut mendampingi Dinas Pariwisata dan Dinas Perdagangan.

Sebelum rencana relokasi dieksekusi, pihaknya juga bakal mensosialisasikan kepada masyarakat dan duduk bersama mencari kata sepakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Mungkin kita bisa meniru penataan PKL di object wisata Candi Prambanan dan Borobudur dimana disaat keluar para wisatawan disiapkan jalan khusus yang mana jalan itu melawati semua lapak lapak Pedagang