Jembatan Gantung Dusun Salak yang Putus Terus Diaspirasikan

Wali Nagari IV Koto Hilie Satria Darma Putra bersama Anggota DPRD Pessel dan Dinas PSDA saat mengunjungi lokasi jembatan gantung yang putus di Dusun Salak Jalamu. Foto/Ist.

KITASIAR.com- Wali Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan Satria Darma Putra meminta jembatan gantung di Dusun Salak Jalamu yang menjadi akses ekonomi warga dan anak ke sekolah hendaknya menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Sudah dua tahun jembatan itu roboh akibat banjir bandang, tapi belum ada tanda-tanda kapan diperbaiki,” kata Satria saat dihubungi Minggu (22/5/2022).

Sebagai pemimpin di nagari, sebelumnya Satria juga pernah menyampaikan peristiwa bencana tersebut ke pihak BPBD.

Namun, saat itu masih dalam kondisi Pandemi Covid-19 sehingga upaya dan rencana pembangunan jembatan gantung tersebut juga masih belum terlaksana.

Bacaan Lainnya

Lanjut dia, pihak BNPB pusat juga sudah pernah meninjau lokasi jembatan gantung yang putus. Tetapi, semuanya masih dalam upaya pengusulan.

“Sudah lama kami dan warga menanti-nanti untuk pembangunan jembatan Dusun Salak. Kadang kami juga merasa iba melihat anak dan orangtua menyebrangi sungai setiap hari,” ujarnya.

Disampaikan sebanyak 20 Kepala Keluarga di Dusun Salak Jalamu sangat berharap adanya pembangunan jembatan kembali.

Kata dia, jembatan kurang lebih 100 meter tersebut diharapkan dapat dibangun secara permanen dengan kualitas yang memadai.

Selain sebagai akses warga dalam membawa hasil pertanian ke luar, anak-anak yang pergi ke sekolah juga menjadi lancar.

Mereka tidak perlu lagi menyeberangi sungai yang selalu membuat seragam sekolahnya basah ketika melintasi arus sungai.

Saat ini, untuk menyampaikan aspirasi tersebut, Satria juga telah mengajak anggota DPRD setempat untuk bersama-sama memperjuangkan keinginan masyarakat.

Dengan harapan, jembatan itu lekas dibangun demi kepentingan masyarakat dan anak-anak dalam melanjutkan pendidikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *