Diterjang Banjir, Pembudidaya Ikan di Sutera Rugi Ratusan Juta

Kolam terpal yang rusak akibat banjir di Kampung Tanjung Gadang, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (30/10/2021) lalu. Foto/Fauzan

PESISIR SELATAN, KITASIAR.com – Pembudidaya ikan di Kampung Tanjung Gadang, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengalami kerugian ratusan juta akibat diterjang banjir, Sabtu (30/10/2021) lalu.

Selain merendam puluhan rumah warga, dampak banjir juga turut dirasakan oleh lima pembudidaya ikan di daerah itu. Ratusan ribu ikan yang berada di kolam pembudidaya ini hanyut terbawa banjir.

“Kalau dihitung-hitung kerugian kami akibat banjir bisa mencapai Rp480 juta, karena hasil panen bisa mencapai 30 ton bahkan lebih,” kata Zulkifli salah satu pembudidaya ikan lele di Sutera, Rabu (3/11/2021).

Ia menjelaskan sebelumnya bisa memanen ikan lele satu minggu sekali dan bisa terjual sebanyak 160 kilogram dengan harga Rp16 ribu perkilogramnya. Satu kilogram ikan berisi 10 ekor ikan lele.

Bacaan Lainnya

“Kami pusing sekarang pak, karena harus memikirkan bagaimana caranya membayar hutang ke bank, sementara ikan lele yang tersisa hanya tiga ribu ekor saja,” tambahnya.

Sementara itu, untuk bantuan bibit ikan nila yang dulu pernah diberikan oleh pemerintah kabupaten sebanyak 15 ribu ekor hanya tinggal dua ribu ekor.

“Kami tidak menyerah dan putus asa, akan tetapi kami sangat membutuhkan bantuan dari pihak manapun, agar kami bisa melanjutkan kembali budidaya ikan darat ini,” ujarnya.

Ia mengaku sampai saat ini belum menerima bantuan dari pihak manapun, padahal Bupati Pessel kemarin datang meninjau banjir, akan tetapi tidak melihat pembudidaya ikan, padahal ia sudah menyampaikan kepada Wali Nagari perihal ikan yang hanyut ini.

Sementara itu, salah satu pembudidaya ikan lainnya Zainal Munir Sikumbang mengatakan ada 50 kolam terpal yang hanyut oleh banjir, selain itu ada juga kolam terpal sobek akibat serpihan kayu yang terbawa arus.

“Ikannya melompat dan lepas pak, padahal setiap kolam ini berisi 2500 ekor ikan lele yang siap panen,” tuturnya.

Ia tidak mengira air bisa naik secepat itu, padahal modal untuk usaha kolam lele ini dipinjamnya ke bank dan dari hasil panen ikan tersebut untuk membayar angsurannya.

“Padahal baru pertama kali ini saya mencoba membudidayakan ikan dan akan panen, namun gagal oleh banjir,” tutupnya. (Fauzan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *