Data Diri Dicatut Parpol, Dua Warga Lima Puluh Kota Lapor ke Bawaslu

Bawaslu Lima Puluh Kota
Salah seorang warga Zulmiady Putra saat melapor ke Bawaslu Lima Puluh Kota. (Antara/Akmal Saputra)

KITASIAR.com – Dua orang warga di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) daerah setempat karena merasa data dirinya dicatut oleh Partai Politik (Parpol) untuk melengkapi persyaratan verifikasi administrasi.

“Kami telah menerima dua laporan dari warga karena namanya tercatat sebagai salah satu anggota parpol di Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) Komisi Pemilihan Umum (KPU),” kata Anggota Bawaslu Lima Puluh Kota, Ismet Aljannata seperti dikutip Antara, Jumat (26/8/2022).

Dijelaskan dia, sejak dimulainya pendaftaran parpol, sampai hari Kamis (25/8/2022) sudah ada dua orang yang melapor ke Bawaslu.

Ia mengatakan untuk warga yang data dirinya diduga dicatut parpol bisa langsung melakukan pengisian di link yang sudah ada atau dapat datang ke kantor Bawaslu Lima Puluh Kota.

Bacaan Lainnya

“Kami di Bawaslu Lima Puluh Kota diminta Bawaslu RI untuk menghimpun seluruh masyarakat yang namanya dicatut. Nanti Bawaslu RI yang menyurati atau menyampaikan kepada parpol di tingkat pusat untuk menghapusnya dari aplikasi Sipol,” ujarnya.

Disampaikannya atas dugaan pencatutan nama oleh parpol tersebut pihaknya mengimbau masyarakat dan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di daerah tersebut melalui surat ataupun rapat koordinasi agar mencek nama atau NIK yang sudah ada.

Sementara itu, salah seorang warga yang datang langsung melapor ke Bawaslu Limapuluh Kota, Zulmiady Putra mengaku kaget begitu mengetahui data dirinya masuk sebagai anggota salah satu parpol.

“Saya melakukan pengecekan data di Sipol, saya kaget karena nama saya tercatat sebagai salah satu anggota parpol, padahal saya tidak pernah menyerahkan KTP untuk bergabung dengan parpol mana pun,” katanya.

Ia mengatakan bahwa dirinya sudah menghubungi pihak parpol yang diduga mencatut data dirinya itu namun tidak mendapat penjelasan yang memuaskan dari pihak parpol.

“Saya pun akhirnya datang ke Bawaslu Lima Puluh Kota untuk dapat mengeluarkan nama saya dari Sipol karena memang saya tidak pernah mendaftar dan belum ada ketertarikan untuk bergabung dengan parpol,” ujarnya. (antara)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *