Dimutasi Ke Polda Sumbar, Kenangan AKP Oon Kurnia Ilahi Takkan Pudar

KITASIAR.com – Di bumi Solok yang damai, angin pagi membawa kabar yang membuat dada terasa sesak. Sosok yang selama ini menjadi pelindung, pendengar, dan saudara bagi banyak orang, kini harus melangkah pergi.

AKP Oon Kurnia Ilahi, nama yang begitu akrab di telinga warga Kota Solok dan Kabupaten Solok, resmi dimutasikan melalui Surat Telegram ST/237/IV/KEP./2026 dan ST/238/IV/KEP./2026 tertanggal 15 April 2026. Keputusan tersebut memindahkannya menjabat sebagai Panit 1 Unit 2 Subdit 1 Ditreskrimum Polda Sumbar.

Bagi warga, ini bukan sekadar pergantian jabatan. Ini adalah perpisahan dengan sosok yang mengerti arti “melayani” bukan hanya sebagai tugas, tapi sebagai panggilan hati.

Tangan yang Tak Pernah Lelah Menolong

Bacaan Lainnya

Siapa yang bisa melupakan saat bencana datang? Ketika banjir bandang melanda, meninggalkan lumpur hingga selutut dan puing di setiap sudut jalan dan rumah, saat itulah Ia hadir.

Bukan hanya memerintah dari jauh, tapi turun langsung mengendarai alat berat ekskavator membelah lumpur demi melancarkan akses warga. Tangannya yang gagah tak segan ikut menyapu kotoran dari halaman rumah warga, membuat yang berat menjadi ringan, yang sulit menjadi mudah.

Bukan hanya itu. Saat kegelapan melanda karena listrik penerangan jalan umum tidak ada, ia hadir membawa cahaya. Saat warga sakit dan tidak bisa ke dokter, Ia hadir membawa tim kesehatan dan pengobatan gratis. Di saat-saat paling sulit, senyum dan kehadirannya adalah obat yang paling menenangkan.

Pedang Keadilan yang Tajam Namun Berhati Lembut

Sebagai pemimpin di Satuan Reserse Kriminal, Akp Oon Kurnia Illahi merupakan penjaga keadilan yang tegas. Di bawah komandonya, berbagai kasus berat berhasil diungkap dan diselesaikan.

Mulai dari kasus pembunuhan yang rumit, penindakan tegas terhadap tambang emas ilegal, hingga pengungkapan kasus pencurian, penggelapan, penganiayaan, pencurian kabel listrik, perdagangan orang, hingga tindakan judi dan tawuran yang meresahkan.

Ia juga tak kenal lelah menertibkan balap liar, menggerebek tempat peredaran minuman keras, dan menindak tegas penyalahgunaan BBM. Setiap kasus yang ditangani selalu tuntas, terbukti, dan menjadi bukti nyata bahwa hukum ditegakkan dengan adil.

Setiap langkah dan keberhasilan itu terekam jelas, menjadi bukti nyata yang terpampang di berbagai akun media sosial, platform berita daerah, hingga nasional.

Namun, jejak keberhasilannya tak hanya dimulai saat menjadi Kasat Reskrim. Ketika menjabat sebagai Kasat Reserse Narkoba Polres Solok dulu, ia jadi momok yang menakutkan bagi para pengedar.

Dalam waktu setahun saja, lebih dari 60 kasus peredaran narkoba berhasil diungkapnya. Puluhan kilogram ganja disita, hingga paket sabu berhasil diamankan, membuat para bandar tak berkutik.

Dedikasinya yang luar biasa bahkan membuatnya dianugerahi penghargaan langsung oleh Bupati Solok sebagai bentuk apresiasi atas kerja kerasnya.

Selain itu dalam menjalankan tugas dirinya bukan hanya menindak, namun juga mencegah. Mendirikan “Kampung Bebas Narkoba” dan turun ke tengah masyarakat, menyadarkan generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam lembah kehancuran.

Harapan yang Tersirat dan Rasa Kehilangan

Mendengar kabar mutasi ini, hati warga seakan tertusuk. Banyak yang berharap, andai saja waktu bisa diperlambat. Andai saja ia bisa bertahan beberapa bulan atau setahun lagi untuk terus mengayomi dan menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

Namun, keputusan ada di tangan pemimpin tertinggi. Hanya dengan pena sajalah nasib penempatan seorang abdi negara ditentukan.

Meski begitu, warga mengerti bahwa mutasi adalah bagian dari dinamisasi organisasi. Tapi rasa sayang dan hormat itu tak akan pernah hilang. 

Suara Hati Mereka yang Mencintai

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Solok, Raunis Roni pun turut menyampaikan kesan mendalam:

“Selama bekerja sama, hubungan antara insan pers dengan AKP Oon selalu terjalin sangat baik, harmonis, dan profesional. Ia sosok yang terbuka, mudah diajak berdiskusi, dan selalu memberikan informasi yang akurat. Mutasinya saat ini, kehilangan besar bagi kami juga.” Ujar Akak Roni.

Sementara itu, di sudut-sudut warung dan di tengah perbincangan warga, terdengar keluh kesah yang menyayat:

“Hati kami rasanya kosong Pak. Jarang ada polisi sebaik dia. Datang bukan karena ada perintah, tapi karena ada kepedulian. Rumah kami bersih karena dia, jalan kami lancar karena dia, dan kami merasa aman karena dia. Siapa lagi yang akan seperti dia?” ujar salah seorang warga dengan mata berkaca-kaca.

“Ia bukan hanya atasan atau petugas, tapi seperti saudara sendiri bagi kami. Bicaranya lembut, tapi kerjanya luar biasa cepat. Kami akan sangat merindukan sosoknya.” tambah warga lainnya.

AKP Oon Kurnia Ilahi mungkin telah melangkah ke tempat tugas yang baru. Namun jejak kebaikannya, senyumnya, dan dedikasinya akan tetap tertanam kuat di hati setiap orang yang pernah merasakan kehadirannya.

Solok akan tetap damai, karena benih kedamaian yang ia tanam telah tumbuh subur.

Terima kasih untuk segala pengorbanan, terima kasih untuk segala kasih sayang. Selamat bertugas di tempat yang baru, wahai pelindung rakyat. Nama dan jasamu akan selalu hidup di hati kami selamanya.

Solok, April 2026

Dalam Kenangan Yang Tak Akan Pudar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan