Wabup Solok Hadiri Peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit

IMG 20260124 WA0003 Wabup Solok Hadiri Peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit

KITASIAR.com – Wakil Bupati Solok, H.Candra menghadiri peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit di halaman kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Jum’at (23/01/2026).

Klinik UMKM Minang Bangkit diresmikan oleh Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Moraza didampingi Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah beserta para tamu undangan lainnya.

Klinik ini merupakan komitmen Pemerintah Pusat melalui Kementerian UMKM bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

Wamen UMKM RI, Helvi Moraza mengatakan Klinik UMKM Minang Bangkit merupakan program strategis ini dirancang oleh Kementerian UMKM RI untuk mempercepat pemulihan UMKM di daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat.

Bacaan Lainnya

“Program Klinik UMKM Minang Bangkit ini kita inisiasi guna mempercepat pemulihan UMKM pasca bencana yang melanda Sumbar. Kita berharap dengan pendekatan yang terpadu, pemerintah menargetkan UMKM tidak hanya pulih, namun juga mampu tumbuh dan naik kelas. Fase pemulihan saat ini merupakan fase paling krusial bagi kita untuk membangkitkan kembali UMKM sebagai penopang utama ekonomi masyarakat kita,” ucap Helvi Moraza.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bahwa kehadiran Klinik UMKM Minang Bangkit sangat relevan dengan kondisi masyarakat Sumbar yang saat ini masih dalam fase pemulihan pascabencana.

“Kami sangat optimis Klinik UMKM Minang Bangkit, mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM. Insyaallah, program ini akan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menegaskan komitmennya guna memastikan UMKM di Provinsi Sumbar kembali bangkit dan mampu meningkatkan daya saing. Klinik UMKM Minang Bangkit diharapkan tidak hanya menjadi wadah konsultasi usaha, tetapi juga menjadi pusat kebangkitan ekonomi rakyat.

“Mari kita hidupkan kembali usaha kita, bangkitkan ekonomi nagari, dan buktikan bahwa masyarakat Minangkabau selalu mampu melewati setiap tantangan. Klinik UMKM Minang Bangkit ini harus mampu menjadi wadah bagi UMKM untuk bangkit kembali, lebih kuat, lebih siap, dan lebih berdaya saing,” tegasnya.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Siti Azizah menyampaikan jumlah UMKM yang terdampak bencana di Sumbar sebanyak 4.876 UMKM yang tersebar di 12 Kabupaten/Kota di Sumbar. Ia juga menjelaskan bahwa Klinik UMKM Minang Bangkit menghadirkan tiga layanan utama, yakni akses pembiayaan, belanja produk lokal, dan layanan produksi, yang dijalankan melalui sinergi dengan berbagai mitra terkait.

“Kehadiran Klinik UMKM Bangkit diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi daerah secara berkelanjutan, sejalan dengan arahan Presiden RI agar pemerintah pusat dan daerah bersinergi dalam pemulihan pascabencana,” jelas Siti Azizah.

Pemprov Sumbar bersama Kementerian UMKM juga terus melakukan pemetaan UMKM terdampak bencana secara bertahap. Data tersebut akan disinkronkan dengan pemerintah pusat, perbankan, dan lembaga terkait agar program bantuan dan pemulihan benar-benar tepat sasaran.

Selain pembiayaan, para pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan manajemen usaha, bantuan pemasaran, penguatan digitalisasi dan legalitas usaha, hingga peningkatan kapasitas produksi melalui Klinik UMKM Minang Bangkit.

Untuk mendukung layanan pembiayaan, Kementerian UMKM menggandeng berbagai pihak, mulai dari perbankan, lembaga keuangan non-bank, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, hingga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Program ini juga menjadi bagian dari inventarisasi dan pemetaan UMKM terdampak bencana di wilayah Sumatera, yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pemulihan usaha sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Solok, H. Candra menyampaikan bahwa sejumlah Nagari di Kabupaten Solok mengalami dampak bencana yang cukup parah, diantaranya Nagari Paninggahan, Muaro Pingai, Saniangbaka, Koto Baru, dan Salayo.

“Dengan adanya program Klinik UMKM Minang Bangkit, kami optimis UMKM di Kabupaten Solok yang terdampak bencana dapat segera dipulihkan. Kami juga meminta OPD terkait untuk intens berkoordinasi dengan Dinas UMKM Provinsi Sumatera Barat agar penanganannya bisa dilakukan secepat mungkin”, ujar Wabup.

Ia menambahkan, sesuai arahan Wakil Menteri UMKM, Pemerintah Kabupaten Solok menargetkan pemulihan UMKM terdampak dapat terealisasi dalam tahun ini. (DDP).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *