Viral! Es Gabus Diduga Terbuat dari Spons, Aparat Minta Maaf ke Pedagang

Screenshot 20260127 140058 TikTok Viral! Es Gabus Diduga Terbuat dari Spons, Aparat Minta Maaf ke Pedagang
Dok. Tangkapan layar tiktok Mas R

KITASIAR.com – Pedagang es gabus bernama Sudrajat di Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, sempat menghadapi tuduhan bahwa es yang dijualnya mengandung bahan berbahaya.

Dugaan awal menyebut es gabus mengandung polyurethane foam (PU Foam) atau material busa kasur dan spons cuci, yang memicu keresahan warga.

“Kami di lapangan telah menyimpulkan terlalu cepat, tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang seperti Dinas Kesehatan, Dokpol, maupun Labfor Polri,” ujar Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Polres Metro Jakarta Pusat Aiptu Ikhwan Mulyadi, dikutip dari Antara, Selasa (27/1/2026).

Aparat kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada pedagang es atas nama Sudrajat karena terdampak langsung dalam peristiwa itu.

Bacaan Lainnya

Ikhwan menegaskan tidak ada niat untuk merugikan atau mencemarkan nama baik. Tindakan awal aparat dilakukan sebagai respons cepat terhadap kekhawatiran warga terkait dugaan makanan berbahaya.

Ia juga menjelaskan bahwa tindakan awal merupakan bentuk respon cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir adanya dugaan makanan berbahaya beredar di lingkungan mereka.

Sementara itu, Polres Metro Jakarta Pusat memastikan bahwa es gabus tersebut aman dan layak dikonsumsi.

“Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya,” kata Kasat Reskrim AKBP Roby Heri Saputra.

Tim Keamanan Pangan Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Metro Jaya memeriksa berbagai sampel makanan, termasuk es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat meses.

Pemeriksaan dilakukan setelah muncul dugaan penggunaan bahan berbahaya pada makanan yakni es gabus yang terbuat dari bahan polyurethane foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spons cuci pada Sabtu (24/1/2026) lalu.

(Antara/ksr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *