KITASIAR.com – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengambil langkah proaktif dengan meniadakan kegiatan di luar kelas seperti olahraga, upacara, dan kultum bagi 38 sekolah di sekitar Gunung Marapi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Isra, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko dampak erupsi pada siswa.
Meskipun siswa masih bisa belajar tatap muka dengan memakai masker, sekolah diberikan kewenangan untuk mengambil keputusan cepat jika terjadi peningkatan abu vulkanik.
Jumlah sekolah yang berada di sekitar Gunung Marapi sebanyak 38 unit terdiri dari SD 32 unit dan SMP enam unit dengan jumlah siswa sekitar ribuan orang.
Pemerintah memberikan kewenangan kepada sekolah untuk menghentikan pembelajaran, mengurangi jam pelajaran, atau bahkan memulangkan siswa lebih cepat demi keamanan mereka.
Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Agam dalam mengelola risiko dari aktivitas vulkanik Gunung Marapi yang telah meningkat menjadi level III (siaga).
Langkah-langkah ini tidak hanya memastikan keselamatan siswa tetapi juga mencerminkan kesigapan pemerintah setempat dalam menghadapi situasi darurat vulkanik. (ant/ksr)







