KITASIAR.com — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terus memperkuat basis pengawasan demokrasi dengan melibatkan generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pengawas Partisipatif Muda yang dideklarasikan dalam kegiatan Kelas Pemilu di SMAN 2 Painan, Jumat (30/1/2026).
Deklarasi Pengawas Partisipatif Muda diikuti oleh siswa SMAN 2 Painan sebagai bagian dari strategi memperluas pengawasan pemilu berbasis partisipasi publik, khususnya dari kalangan Gen Z. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini sekaligus membentuk agen pengawasan pemilu di lingkungan sekolah.
Dalam deklarasi tersebut, para siswa menyepakati lima komitmen utama, yakni melawan hoaks dan fitnah, menolak politisasi SARA, melakukan edukasi kepada teman sebaya, mengawal suara rakyat, serta mendukung penuh penyelenggaraan pemilu yang jujur dan bermartabat.
Anggota Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, Nurmaidi, menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda dalam Pengawas Partisipatif Muda menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas demokrasi elektoral di daerah. Ia menyebutkan bahwa pada Pemilu 2024 lalu, pemilih Gen Z menyumbang sekitar 30 persen dari total pemilih di Pesisir Selatan.
“Berdasarkan data, pemilih Gen Z menyumbang sekitar 30 persen dari total jumlah pemilih di Kabupaten Pesisir Selatan. Ini menunjukkan bahwa generasi muda bukan hanya objek, tetapi subjek penting dalam demokrasi yang harus dilibatkan secara aktif, termasuk dalam pengawasan pemilu,” ujar Nurmaidi.
Ia menambahkan, Bawaslu Pesisir Selatan akan terus memasifkan sosialisasi kepemiluan ke sekolah-sekolah agar lahir lebih banyak Pengawas Partisipatif Muda yang mampu menjadi perpanjangan tangan pengawasan pemilu di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sumatera Barat, Hilma Novia Lira, menyampaikan bahwa generasi muda saat ini merupakan pilar utama menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, penanaman nilai demokrasi dan kepemiluan harus dimulai sejak bangku sekolah.
“Melalui anak-anak ini, kita menitipkan harapan agar semangat pengawasan dan nilai demokrasi dapat ditularkan kepada teman-teman serta lingkungan sekitarnya,” ungkap Hilma.
Kepala SMAN 2 Painan, Erisman, menilai kegiatan deklarasi tersebut sebagai momentum strategis dalam pembentukan karakter siswa. Ia menyebutkan bahwa keterlibatan siswa dalam program Pengawas Partisipatif Muda tidak hanya memperkaya pengetahuan kepemiluan, tetapi juga membangun sikap kritis, peduli, dan bertanggung jawab sebagai warga negara.
Deklarasi ini turut dihadiri Anggota Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan Bambang Putra Niko dan Syafrizal, Kepala Sekretariat Rinaldi, Kasubag Pengawasan Ashari, Kasubag Administrasi Novalina Elsa Putri, serta Majelis Guru SMAN 2 Painan.
(*/ksr)







