Kasus HIV di Riau Capai 11.336 Sejak 1997, Pekanbaru Sumbang Lebih dari Separuh

KITASIAR.com — Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan mencatat jumlah kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut mencapai 11.336 kasus dalam kurun waktu hampir tiga dekade terakhir.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Riau menunjukkan kasus tersebut ditemukan sejak 1997 hingga 2025, dengan sebanyak 6.990 orang di antaranya masih hidup hingga saat ini.

“Sejak tahun 1997 ditemukan 11.336 kasus dengan 6.990 orang masih hidup. Dengan data kasus memasuki stadium AIDS sebanyak 4.480 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, Kamis (2/4/2026).

Zulkifli menjelaskan jumlah kasus HIV di Riau menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Pada periode 1997 hingga 2005 tercatat sebanyak 85 kasus. Selanjutnya pada 2006 ditemukan 80 kasus, tahun 2007 sebanyak 138 kasus, 2008 sebanyak 132 kasus, dan 2009 meningkat menjadi 217 kasus.

Bacaan Lainnya

Kasus terus bertambah pada tahun-tahun berikutnya, yakni 2010 sebanyak 397 kasus, 2011 sebanyak 454 kasus, serta 2012 tercatat 325 kasus.

“Untuk tahun 2013 ditemukan 433 kasus, 2014 sebanyak 569 kasus, 2015 sebanyak 738 kasus, 2016 sebanyak 576 kasus, 2017 sebanyak 741 kasus, 2018 sebanyak 675 kasus, 2019 sebanyak 587 kasus, dan 2020 ditemukan 726 kasus,” katanya.

Sementara itu pada tahun-tahun terakhir, jumlah kasus juga masih menunjukkan peningkatan.

“Setelahnya pada 2021 ditemukan sebanyak 570 kasus, 2022 sebanyak 835 kasus, 2023 sebanyak 1001, 2024 sebanyak 1006 kasus, terakhir pada 2025 sebanyak 1051 kasus,” ungkapnya.

Menurut Zulkifli, kasus HIV/AIDS tersebut ditemukan hampir di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Namun, jumlah terbanyak tercatat di Pekanbaru dengan persentase mencapai lebih dari separuh total kasus.

“Terjadi di seluruh daerah di Riau dengan persentase di bawah 10 persen. Sementara di Pekanbaru menyentuh 58,20 persen atau setara dengan 6.598 orang,” ungkapnya.

Ia merinci selain Pekanbaru, kasus terbanyak juga ditemukan di beberapa daerah lain seperti Kabupaten Bengkalis sebanyak 951 kasus, Dumai sebanyak 855 kasus, Kabupaten Pelalawan sebanyak 596 kasus, serta Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 556 kasus.

Selain itu, tercatat pula di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 477 kasus.

“Setelahnya di Kabupaten Siak 327 kasus, Rokan Hulu 265 kasus, Kepulauan Meranti 223 kasus, Indragiri Hulu 213 kasus, Kampar 170 kasus dan Kuantan Singingi 105 kasus,” ungkapnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan HIV/AIDS melalui peningkatan kesadaran dan edukasi kesehatan.

“Kami juga menekankan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang penyakit menular ini. Serta hindari perilaku seksual berisiko,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga diminta melakukan skrining kesehatan secara rutin terutama bagi kelompok rentan guna mendeteksi dini kemungkinan infeksi.

Pemerintah juga mendorong penggunaan alat pelindung untuk mencegah penularan serta menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian.

“Hindari penggunaan berbagi jarum suntik, dan lakukan terapi ARV bagi yang sudah terinfeksi,” pungkasnya.

(MC Riau/ksr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan