Headphone Bluetooth dan Radiasi, Benarkah Berbahaya bagi Otak?

Ilustrasi Headphone. (Dok. Pixabay)

KITASIAR.com – Penggunaan headphone Bluetooth dalam aktivitas sehari-hari kerap memunculkan kekhawatiran soal paparan radiasi.

Namun, fakta ilmiah menunjukkan bahwa perangkat ini memancarkan radiasi non-ionisasi, yakni jenis radiasi yang tidak memiliki energi cukup untuk merusak DNA atau memicu kanker.

Mengacu pada laporan Health.com, radiasi Bluetooth berbeda dengan radiasi ionisasi seperti sinar-X atau limbah radioaktif.

Bahkan National Cancer Institute menyatakan hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan pasti antara penggunaan perangkat nirkabel, termasuk Bluetooth, dengan peningkatan risiko kanker atau penyakit serius lainnya.

Bacaan Lainnya

Profesor bioengineering dari University of Pennsylvania, Ken Foster, menjelaskan bahwa emisi radiasi dari perangkat Bluetooth tergolong sangat kecil dan berada jauh di bawah ambang batas aman yang ditetapkan pemerintah Amerika Serikat.

Dalam beberapa kasus, penggunaan headphone Bluetooth justru dinilai lebih aman dibandingkan menempelkan ponsel langsung ke telinga saat menelepon.

Risiko Utama Justru pada Pendengaran

Para ahli kesehatan menekankan bahwa risiko yang lebih nyata bukan berasal dari radiasi, melainkan dari paparan suara keras dalam jangka waktu lama.

Volume tinggi yang digunakan terus-menerus dapat merusak sel rambut halus di telinga bagian dalam dan menyebabkan gangguan pendengaran permanen atau tinitus.

Karena itu, pengguna disarankan membatasi durasi pemakaian, menjaga volume di bawah 60 persen dari batas maksimal, serta memberi jeda agar telinga dapat beristirahat.

Meski hingga kini dinyatakan aman, penelitian jangka panjang tetap diperlukan untuk memantau dampak penggunaan perangkat nirkabel secara masif.

Namun berdasarkan bukti ilmiah saat ini, kekhawatiran berlebihan terhadap radiasi headphone Bluetooth tidak didukung data kuat.

Langkah paling bijak adalah menggunakan perangkat secara moderat dan menjaga kesehatan pendengaran sebagai prioritas utama.

(*/ksr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan