KITASIAR.com – Hidup sering kali berjalan di luar rencana. Bagi Michael Octavian, atau yang kini dikenal sebagai Michael O, perubahan besar itu datang dari tempat yang tak pernah ia bayangkan: sebuah persimpangan jalan. Dulu, Michael menghabiskan hari-harinya sebagai manusia silver di lampu merah, berdiri di bawah terik matahari demi bertahan hidup. Kini, ia melangkah percaya diri di atas runway, mengenakan busana desainer ternama dan disorot lampu panggung mode.
Perjalanan hidup Michael mulai mencuri perhatian publik sejak 2024. Sebuah video yang ia unggah di media sosial memperlihatkan kontras kehidupannya: potongan gambar saat dirinya masih mengecat tubuh dengan cat perak di jalanan, lalu berganti adegan berjalan tegap sebagai model profesional. Video singkat itu menyebar luas, mengundang rasa haru sekaligus kagum dari warganet.
Michael bukanlah sosok yang tiba-tiba muncul di dunia mode tanpa latar belakang. Ia memiliki tinggi badan sekitar 181 sentimeter dan garis wajah khas Eropa. Dari cerita yang beredar, Michael diketahui memiliki keturunan Belanda. Namun, potensi fisik itu lama terpendam karena keterbatasan ekonomi dan kerasnya hidup di jalanan.
Titik balik hidup Michael bermula dari sebuah sosial eksperimen yang dilakukan oleh tim Captain Barbershop pada Agustus 2024. Saat itu, Michael yang sedang bekerja sebagai manusia silver diajak untuk menjalani makeover. Rambutnya dirapikan, penampilannya diubah, dan untuk pertama kalinya ia melihat versi dirinya yang berbeda dari bayangan selama ini. Hasilnya mengejutkan banyak orang. Sosok Michael yang sebelumnya luput dari perhatian, berubah menjadi figur dengan aura model profesional.
Momen tersebut menjadi pintu pembuka bagi peluang-peluang baru. Dunia mode yang sebelumnya terasa jauh, perlahan mulai mendekat. Salah satu brand fashion pria, Signore, melihat potensi Michael dan mengajaknya berkolaborasi. Kerja sama ini menjadi pengalaman awal Michael mengenal industri fashion secara lebih serius, sekaligus membangun kepercayaan dirinya.
Seiring meningkatnya eksposur, Michael kemudian bergabung dengan Humann Management, sebuah agensi model yang membimbingnya secara profesional. Di bawah naungan agensi tersebut, Michael mulai belajar tentang disiplin dunia modeling, mulai dari teknik berjalan di runway, pose, hingga etika kerja di industri kreatif. Proses ini tidak instan. Michael harus beradaptasi dengan ritme baru, meninggalkan kehidupan jalanan, dan membangun identitas diri yang sepenuhnya berbeda.
Debut besar Michael terjadi saat ia tampil di Plaza Indonesia Mens Fashion Week 2024. Di atas panggung bergengsi tersebut, ia membawakan koleksi dari desainer Danjyo Hiyoji. Langkahnya mantap, ekspresinya tenang, seolah menegaskan bahwa masa lalu tidak lagi membatasinya. Penampilan ini menjadi bukti bahwa Michael bukan sekadar sensasi viral, melainkan sosok dengan potensi nyata di dunia fashion.
Karier Michael terus berlanjut. Ia kembali tampil dalam Indonesian Trend Fashion Week 2025, serta kembali melenggang di Plaza Indonesia Mens Fashion Week 2025 dengan mengenakan koleksi menswear rancangan Temma Prasetio. Setiap penampilannya memperkuat posisinya sebagai model profesional yang patut diperhitungkan.
Kisah Michael O tidak hanya tentang perubahan profesi, tetapi juga tentang kesempatan dan keberanian untuk mengambil langkah baru. Dari jalanan ke panggung mode, perjalanan ini menunjukkan bahwa latar belakang hidup tidak selalu menentukan masa depan seseorang. Dukungan, kesempatan, dan kemauan untuk berubah bisa membuka jalan yang sama sekali berbeda.
Di media sosial, Michael kerap membagikan refleksi singkat tentang perjalanannya. Dalam salah satu unggahannya, ia menulis bahwa dirinya tidak merasa berubah secara drastis, hanya menjalani hidup dengan versi yang lebih baik. Kalimat sederhana itu justru memperlihatkan kedewasaan Michael dalam memaknai masa lalunya, tanpa menyangkal atau menghapusnya.
Fenomena Michael O juga memunculkan diskusi lebih luas tentang manusia silver dan kelompok marginal di perkotaan. Banyak dari mereka memiliki potensi yang tidak terlihat karena terbatasnya akses dan kesempatan. Kisah Michael menjadi pengingat bahwa di balik cat perak dan lampu merah, ada manusia dengan mimpi dan kemampuan yang layak dihargai.
Kini, Michael O tidak lagi berdiri di persimpangan jalan menunggu lampu hijau. Ia melangkah di runway, membawa cerita tentang perubahan, harapan, dan kesempatan kedua. Perjalanannya menjadi inspirasi bahwa hidup bisa berbelok tajam kapan saja, selama ada keberanian untuk melangkah ke arah yang baru.
(jef/ksr)







